SHARING

APAKAH SEMUA MANUSIA ITU SAMA ?

Malam ini adalah tanggal 23 Januari 2009……

Malam yg dingin tapi hujan tak turun malam ini. Perut terus berbunyi, seakan-akan cacing diperut terus menggeliat didalam ususku. Tapi karena alasan aku malas untuk mengambil uang di ATM aku menunda makan malamku. Tak lama kemudian aku diajak salah satu temanku menawarkan untuk menalangi makanku. Aku pun bergegas makan malam bersamanya. Tp bukan cerita itu yang ingin aku share di tulisan ini tapi ada hal yg luar biasa yang akan terjadi selama makan malamku.

Di warung nasi goreng itu aku berbincang banyak hal dengan temanku, salah satu yang menarik adalah ketika ia menceritakan salah satu anaknya yang autis. Ia bercerita bahwa ia banyak belajar dari anaknya tersebut. Ia melihat bagaimana anaknya yang selalu berfikir serta menyelesaikan masalah demi masalah, si anak seakan-akan terjebak untuk terus mencari jawaban dan jawaban, bahkan ia terus mencari masalah-masalah untuk di fikirkan.

Pada suatu saat si anak berkelahi dengan teman sekelasnya, temanku bercerita bahwa dia berusaha menasehati si Anak bahwa dalam menyelesaikan persoalan tidak harus selalu dengan menggunakan akal, akan tetapi harus menggunakan hati juga. Tapi sang Anak menjawab, bahwa ia masih belum sanggup menggunakan hati karena ia tak bisa membiarkan otaknya untuk terus berfikir.

Temanku bs memastikan bahwa Anaknya tersebut dianugrahi kelebihan dibandingkan dengan Anak-anak lain sebayanya, dan jika Anaknya tersebut mampu membebaskan dirinya dari jebakan otaknya, maka Anak tersebut akan menjadi Anak yang Luar Biasa.

Kemudian pembicaraan kami dilanjutkan, kita berbicara tentang apa kesamaan dan perbedaan manusia. Temanku menjelaskan bahwa ada satu modal yang dimiliki oleh semua manusia di dunia dan sama dari masa ke masa. Apakah Itu?  jawabannya adalah “Waktu”.

Ia menjelaskan bahwa pada dasarnya setiap manusia di modali oleh Allah S.W.T 24 jam waktu yang sama. Tapi mengapa di dunia ini ada orang yang sukse dan ada yang tidak sukses? Ia menjelaskan bahwa tidak semua manusia itu dapat memanfaatkan waktunya tersebut sehingga menjadi sesuatu yang bermanfaat, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Ia mencontohkan dengan anaknya yang autis yang setiap hari harus tidur pukul 11 malam dan kembali bangun pada pukul 4 pagi karena sang anak tidak henti-hentinya berfikir-dan berfikir.  Sejenak aku teringat pada kebiasaan istriku yang hampir sama tak pernah berhenti berfikir dan pantang menyerah terhadap keinginan dan cita-citanya. Temanku pun bercerita bahwa dia memanfaatkan waktunya itu dengan baik, mungkin orang lain mengganggap bahwa dia kurang kerjaan, tapi dia menjelaskan bahwa sekecil apapun yang kita lakukan itu adalah bentuk pengasahan otak (belajar) kita akan sesuatu.

Setelah aku menarik kesimpulan ternyata memang benar bahwa itulah yang terjadi pada orang yang mampu memanfaatkan setiap waktu dalam hidupnya. Dengan modal yang sama seharusnya manusia memiliki potensi yang sama, tapi tidak semua orang mampu memanfaatkan potensi itu dan lebih memilih untuk mengistirahatkan otaknya dari takdirnya (berfikir).

- Tatang -

=================================================================================

Di sadur dari http://lintaka.com/2007/06/27/akulah-satrio-piningit-itu/

AKULAH SATRIA PININGIT ITU

June 27, 2007 — lintaka

Apakah kamu menunggu satrio piningit untuk datang menyelamatkan negaraku yang negaramu juga? Kamu sudah menemukannya akulah satrio piningit itu.

Mungkin kamu bertanya, siapakah aku ini? Aku tidak terkenal, aku juga bukan siapa-siapa, mengapa aku adalah si satrio itu? Maka aku akan menjawab, karena aku tidak terkenal dan bukan siapa-siapa itulah maka aku disebut satrio piningit.

Mungkin kamu pernah mendengar berbagai ramalan tentang satrio piningit itu. Dialah yang akan membawa Indonesia menuju ke kemakmuran. Ya aku akan membawa negara ini kepada kemakmuran.
Mungkin juga pernah mendengar ramalan bahwa dia berdarah Sunda.  Bukan, aku bukan orang Sunda, tetapi aku lah satrio piningit itu.

Bagaimana dengan kamu? Ya kamu yang tidak terkenal itu dan bukan siapa-siapa itu adalah satrio piningit. Ya, kamu yang duduk di belakang sana itu juga adalah satrio piningit. Aku dan kamu yang bukan siapa-siapa ini adalah satrio-satrio piningit yang akan membawa Indonesia ini menuju ke kemakmuran.

Bagaimana dengan kamu yang sudah menjadi siapa-siapa? Kamu tentu saja bukan satrio piningit itu, kamu tidak bisa membawa Indonesia menuju ke kemakmuran.

Aku dan kamu-kamu yang bukan siapa-siapa ini adalah satrio piningit itu. Sedangkan kamu-kamu yang sudah menjadi siapa-siapa adalah bukan siapa-siapa sebenarnya.

Jadi apa yang harus aku dan kamu lakukan untuk selanjutnya? Kamu sudah tahu bahwa kamu dan aku lah satrio piningit itu. Kamu juga tahu bahwa satrio piningit itu akan membawa Indonesia menuju kemakmuran. Oleh karena itu marilah aku bersama dengan kamu-kamu yang bukan siapa-siapa ini mempersiapkan diri untuk membawa Indonesia kepada kemakmuran.

Bagaimana kalau si satrio piningit seperti yang diramalkan oleh orang-orang dulu kemudian muncul? Pastilah dia adalah satrio piningit kesiangan. Kesiangan karena Indonesia sudah makmur duluan, berkat aku dan kamu yang bukan siapa-siapa ini.

Mari kita berjuang!

===============================================================================

Kisah Selembar Kain Putih

Dikantor, Aku adalah seorang bawahan langsung dari salah seorang Direktur. Aku sependapat dengan perkataan orang lain dikantor ku yang mengatakan bahwa beliau adalah seorang yang sangat bijaksana. Bahkan dalam hal menanggapi berbagai permasalahan dalam pekerjaan.

Aku sangat dekat dengan pimpinan ku tersebut, tentu saja hal ini disebabkan karena Aku satu-satunya bawahannya. Memang terlihat janggal, seorang Direktur hanya memiliki 1 orang bawahan, tapi ini menjadikan kami sebagai Tim yang solid.

Aku sangat menyadari bahwa Aku memiliki banyak sekali kekurangan, termasuk dalam bekerja. dan reaksi yang diberikan oleh atasan ku atas kesalahan yang Aku perbuat sangat bervariasi, hingga suatu waktu Aku melakukan kesalahan yang sangat fatal dan itu membuat atasanku sangat marah.

Jujur saja, ketika itu Aku sangat takut, tapi kemudian Aku terdiam dan termenung ketika ia berkata :”Saya sebenarnya sangat sayang kamu, karena Allah, dan saya tahu bahwa kamu adalah orang yang baik, sama seperti SELEMBAR KAIN PUTIH, dan saya tidak akan membiarkan kain itu kotor walupun sedikit. Maka ketika kain itu kotor, saya akan membersihkan kain itu dengan berbagai cara, mulai dari yang terlembut hingga saya akan gosok dengan sangat kuat jika kotoran itu begitu susah dibersihkan. Hingga Pada Akhirnya saya akan melihat kain itu bersih terbebas dari kotoran dan bahkan mungkin kain itu menjadi harum”

True Story yang terjadi di kantor ESQ Leadership Center

=====================================================================

RENCANA

Dari Bapak Haikal, di Mushola At-Thur ESQ LC

Setiap Manusia pasti memiliki keinginan, dan akan berusaha untuk mendapatkan atau mewujudkan keinginan itu melalui suatu rencana (Planning).

Contohnya, seorang manusia merasa lapar, maka ia akan merencanakan akan makan apa, dimana, kapan, bersama siapa, dan seterusnya. Rencana itu pun akan terus ada dan akan selalu disusun oleh seorang manusia untuk mewujudkan keinginanya, tetapi ada suatu fenomena dimana kadang kala rencana yang telah disusun itu tidak sesuai hasilnya dengan yang telah kita susun sebelumnya.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Ternyata, disamping rencana yang kita buat ada rencana Allah S.W.T. dan mutlak berlaku bagi semua mahluk ciptaannya. Contohnya, ketika sehelai daun kering yang jatuh dari suatu pohon. Daun itu telah di rencanakan jatuhnya oleh Allah, bahkan dengan detailnya Allah S.W.T. merencanakan kapan daun itu harus jatuh, dikarenakan oleh apa, di tanah bagian mana dia akan jatuh, dan rencana Allah S.W.T. ini pasti terwujud.

Bisa jadi ketika rencana yang kita buat tidak terwujud, dikarenakan rencana kita tidak sesuai dengan rencana yang Allah S.W.T. buat. Lantas bagaimana caranya supaya rencana kita dapat terwujud?

Maka rencana itu harus di sesuaikan dengan rencana Allah S.W.T.. Rencana Allah pastilah suatu rencana yang tujuannya adalah untuk kemaslahatan makhluknya, karena tidak ada satu pun yang Allah S.W.T. ciptakan ini sia-sia. Rencana kita akan terwujud manakala rencana tersebut sesuai dengan rencana Allah S.W.T. dan memiliki kemaslahatan bagi mahluk Allah S.W.T. pada umumnya, maka jangan buat rencana yang hanya diperuntukan bagi kemaslahatan diri sendiri.Lantas bagaimana caranya untuk memudahkan dan melancarkan rencana?

Bagi kita para manusia, untuk mewujudkan suatu rencana itu pastilah memerlukan suatu perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit, tapi bagi Allah S.W.T. yang Maha Kuasa tentunya sangat mudah untuk mewujudkan rencananya. Oleh karena itu gantungkan rencana kita pada Allah S.W.T.. Mungkin tidak jarang rencana kita gagal karena kita tergantung pada orang lain, rencana kita terhambat karena tergantung pada pada orang lain.

Kesimpulannya adalah agar rencana kita dapat terwujud dengan mudah maka syaratnya adalah kita harus sesuaikan rencana kita dengan rencana Allah dan kita gantungkan rencana kita pada Allah.

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Subscribe to the comments via RSS Feed