Family
LIPUTAN MUDIK 2008 (BOGOR – BANDUNG)
Siang itu (sekitar pukul 11.30-an) tidurku terganggu oleh suara telephone rumah yang begitu nyaring bunyinya. Setengah sadar aku berjalan menuju posisi telephone yang cukup jauh dari kasur. Aku sangat mengantuk setelah semalaman aku chating dengan istriku yang masih berada di Castelon Spain. Ketika aku angkat telephone, ternyata Bi Eulis menelpon untuk menanyakan apakah aku jadi menitipkan barang yang akan di bawa ke Bandung.
Aku tanya : “Bukankah Lebaran itu tanggal 1?”. Bi Eulis menjawab : “Memang sekarang tanggal berapa?”. Aku terdiam…. lalu aku lihat tanggal yang tertera di Hp. Ya Allah… nanti malam adalah malam takbir.
Aku bergegas mempersiapkan semuanya, aku fikir besok masih puasa, ternyata aku harus sudah berada di Bandung nanti malam agar dapat mengikuti Sholat Ied di Bandung.
Di sepanjang perjalanan Bogor – Bandung, Aku ditemani oleh hujan yang begitu deras yang mengguyur di setiap kota yang Aku lalui. Bahkan di Ciloto Puncak ada sebuah mobil yang tak mampu dikendalikan sehingga mengalami kecelakaan. Hujan yang begitu deras ditambah kontur jalan di puncak menjadikan jalan tersebut rawan kecelakaan.
Setiba di Cianjur cuaca sangat cerah, matahari bersinar terang. Aku melanjutkan perjalanan dengan semangat, tentu saja setelah Aku lipat jas hujan yang sebelumnya aku kenakan. Belum lama aku melanjutkan perjalanan mendadak udara menjadi dingin dan tampak di langit awan telah berubah menjadi hitam. O…ooo…. hujan kembali turun aku berteduh dan kembali mengenakan jas hujan untuk melanjutkan perjalananku.
Hujan mulai berhenti di Cimahi kabupaten Bandung. Hari sudah gelap, dikejauhan sayup2 terdengar takbir menggema di tiap masjid dan mushola dan tak jarang pula di beberapa gerbang gang orang-orang menabuh “Bedug” menambah ramai suasana.
Akhirnya…….. Aku tiba di Bandung… Macet…. dan ramai orang di beberapa titik pusat perbelanjaan (mungkin mempersiapkan untuk tampil menarik di hari Lebaran). Ada hal yang sudah menjadi tradisi disana yaitu orang-orang bertakbir keliling menggunakan kendaraan bak terbuka.
Meski sudah dilarang pemerintah, akitifitas ini masih terus berlangsung di setiap malam Lebaran. Bahkan fenomena ini Aku kira tidak hanya terjadi di Bandung saja, akan tetapi hampir di seluruh wilayah Indonesia dimana mayoritas masyarakatnya adalah islam. Terus terang saja.. Aku sendiri terhanyut dalam nuansa malam takbir ini hingga Aku pun memmutuskan untuk berkeliling kota Bandung sebelum kemudian perjalananku berakhir di tepat tujuan di Rancaekek.
********
H+5 Lebaran Aku kembali menuju Rumah di Bogor, belum lama di perjalanan tepat di depanku 5 sepeda motor serentak terjatuh. Aku berhenti sejenak,………………..
Ternyata…. ada tumpahan oli di sebagian badan jalan. Beberapa orang warga sekitar membantu pengendara motor yang terjatuh dan sebagian lagi berusaha menutup tumpahan oli tersebut dengan tanah.
Aku lanjutkan perjalananku, dan tak ada masalah sama sekali. Bahkan hari itu langit tampak bersahabat dengan hangatnya matahari yang bersinar terang. Setibanya Aku di Cianjur di kejauhan tampak sebuah kendaraan tanki Pertamina yang menerjang pembatas jalan.
Jujur saja Aku sendiri tidak melihat kerumunan orang disana (barang kali kejadiannya sudah berlangsung lama) tapi sama sekali Aku tidak melihat ada tindakan dari siapapun untuk memindahkan mobil tangki tersebut, dan keberadaannya cukup menyita perhatian setiap pengendara yang melintas.
Aku lanjutkan kembali perjalanan dan perhatianku teralihkan dari jalanan ketika Aku melintasi sebuah bangunan indah di Cipanas Itulah Istana Cipanas.
Indah bukan?…….. Aku pun lanjutkan kembali perjalanan hingga akhirnya tak terasa Aku sudah berada di Kota Bogor tercinta. Home Sweet Home.
==================================================================
FOTO KENANGAN MUDIK
begini nich kalo persiapan sebelum foto bersama ====> HEBOH
SMILE…….!!!!!!!!!!!
INILAH KELUARGA BESAR SIRAH GAJAH
=====================================================================
My Wife Goes To Europe
Dear Diary
Sept 3, 2008 the day of my wife’s birthday, she went to Netherland to visit her sister at utrecht.
Actually her destination is to CASTELLÓN Spain, because she will continue her study at Universitat Jaume I for 6 months, an then she will finished her study at Germany for 1 Year.
For me, as her husband. I will supported her, but some time i feel so lonely without my wife and my handsome son. Ups…. almost forgeting my son.
Since he live with his Grand father, i never see his face directly. Basicly, i miss him very much. Only his pics which i put on my office desk company my lonely days.
Maybe at this time my family seperated away each other, but i believe that our heart unbreakable to be one. Allah S.W.T. will keep my family in harmony, maybe not at this ramadhan but some day.
Thank you Allah S.W.T.
=====================================================================
Ina Nikah loh…..
Waduh keponakanku nikah…………
Selamat Yach buat Neng Ina dan Kang Syarif……
Jadi ngerasa tua… Hiks….. Hiks…….
Tapi, Sumpah…….. Kuenya enak banget……, bentuknya bagus lagi. Bisa dibilang semua makanan begitu lezatnya,
Sampe-sampe…….
Keluarga Semarang pun begitu menikmati Ice Cream yang begitu lezat…….
Berapa porsi ???? tentu saja …………… RAHASIA.
Tapi Ayyub begitu bahagia
Begitu juga dengan Papa dan Mama-nya……………….
He……. he………… Sedikit Narsis Sich.













Subscribe to the comments via RSS Feed